Teknik dasar percussion

Di Marching Band dan Cadet Band Pupuk Kaltim, kami gunakan teknik “Rudimental” untuk mulai menuju ke Standard Dunia seperti grup grup di DCI (Drum Corps International), seperti Blue Devils, The Cadets, Cavaliers, Phantom Regiment, dan sebagainya. Kami mendasarkan teknik ini dengan beberapa macam pelajaran teknik supaya setiap kali pemanasan mempunyai tujuan yang tepat bagi pembangunan ketrampilan, baik fisik maupun mental. Diantara pelajaran teknik tersebut adalah 1.) Stick Heights {ketinggian stick} dan 2.) Diddles / Rolls {Pukulan Ganda dan Rolls}. Teknik teknik tersebut bisa dijelaskan dengan rincian sebagai berikut:

1. STICK HEIGHTS – (KETINGGIAN STICK) :

Selain posisi tangan dan posisi memegang stick, bagian ini yang paling penting bagi dasarnya teknik. Pemain pemain semua harus mengerti peraturan dan posisi mengenai ketinggian stick yang mempengaruhi dinamik dan efek visual. Bagaimanapun juga, apa gunanya mempunyai lebih dari satu pemain snare drum, atau alat musik yang lainnya, jika teknik bermain dan efek visual tidak sama? Oleh karena itu, kami manfaatkan beberapa batasan untuk mengatur ketinggian stick.

A. Untuk pemanasan pemanasan Satu Tangan yang tidak gunakan aksen, maka tidak perlu memakai dua ketinggian, yaitu “8 dan 8” atau “8 – 8 -16”, kami gunakan ketinggian stick diantara 10 dan 12 inci (atau diantara 25 dan 30 cm). Untuk pemanasan pemanasan ini, setiap jari harus menyentuh stick, tapi tidak perlu memegang terlalu tegang sehingga gerakan menjadi kaku, hanya perlu bisa bermain dengan santai dan dengan pengendalian yang baik. Juga, gunakan jari, tangan dan pergelangan tangan saja bila bermain pemanasan pemanasan Satu dan Dua Tangan.

B. Untuk pemanasan pemanasan Satu Tangan yang gunakan aksen (>), yaitu “Cicak” , “Bir” atau “Gado Gado Satu Tangan” kami membuat perbedaan besar diantara not dengan aksen dan not yang kecil. Untuk not besar dengan aksen, kami gunakan ketinggian stick sekitar 12 inci (30 cm), dan untuk not yang kecil, kami gunakan ketinggian 1 inci (2.5 cm). Perbedaan ini diatur dengan tepat supaya nanti kita bisa bermain teknik “Flam” dengan baik, karena “Flam” itu perlu not besar maupun not yang sangat kecil supaya tekniknya tepat dan suaranya enak. Apalagi dengan perbedaan stick yang teratur begini, kami dapat memastikan bahwa pengendalian stick lebih konsisten.

C. Untuk pemanasan pemanasan Dua Tangan, Diddles, Rolls dan lain lain yang tidak gunakan not aksen, dan maka tidak perlu memakai dua ketinggian, yaitu “Ke 16 Not Timing 4 – 2 – 1” dan “A – Diddles”, kami gunakan satu ketinggian yang diantara 6 dan 8 inci (atau diantara 15 dan 20 cm). Ketinggian ini bisa menjadi standard untuk segala musik biasa yang tidak gunakan aksen, dan bisa disesuaikan dengan dinamik musik atau dengan selera pelatih. Untuk pemanasan pemanasan Diddles dan Rolls, apabila kecepatan mulai agak cepat, pemain perlu mulai gunakan lengan bawah untuk bermain dengan lancar. Kalau mulai lebih cepat lagi, kurangi gerakan jari dan pergelangan tangan supaya menghalangi rasa kaku.

D. Untuk pemanasan pemanasan Dua Tangan, Rolls dan lain lain yang gunakan not biasa dan not dengan aksen (seperti “The Three Camps” dan “Digga Digga Burr”), kami gunakan dua ketinggian yang menjadi standard dengan dinamik yang sedang (mf – f – mezzo forte s/d forte). Ketinggian stick tersebut adalah 12 inci (30 cm) untuk not yang gunakan aksen, dan 4 inci (10 cm) untuk not biasa. Ketinggian ketinggian stick ini bisa disesuaikan dengan perbedaan dinamik yang berada didalam partitur musik, atau yang sesuai dengan seleranya pelatih.

Ada system lain yang manfaatkan beberapa ketinggian stick yang lebih teratur dan bisa dipakai untuk menentukan dinamik. Saya menghargai system ini karena perlu banyak discipline, dan saya kadang kadang manfaatkan itu sebagai pedoman, tapi sesudah system itu diajar, kayaknya tidak ada kesempatan untuk seleranya pelatih, dan system itu agak sedikit terlalu ketat untuk selera saya. Namun, saya merasa system itu penting untuk disebutkan, dan kalau ada pemain atau pelatih yang ingin gunakan system tersebut sebagai pedoman, silahkan gunakannya. Contohnya berikut:

Pianissimo (pp – lembut sekali) : 1.5 inci (3.5 cm)
Piano (p – lembut) : 3 inci (7 cm)
Mezzo Piano (mp – sedang lembut) : 4.5 inci (11 cm)
Mezzo Forte (mf – sedang keras) : 6 inci (15 cm)
Forte (f – keras) : 8 – 10 inci (20 – 25 cm)
Fortissimo (ff – keras sekali) : 12 – 15 inci (30 – 36 cm)

* Ketinggian stick tersebut kurang lebih, dan dinamik yang asal dari system ini tergantung pada alat yang digunakan maupun macam drumhead yang dipakai, (maksudnya: drumhead dibuat dari kulit, plastic atau kevlar).

2. DIDDLES / ROLLS :

Diddles adalah istilah untuk Pukulan Ganda (Double Stroke), yaitu teknik untuk bermain dua not dengan satu tangan sambil manfaatkan bounce (pantulan). Jika bermain dengan dua tangan berturut turut, teknik ini merupakan “Open Roll” (Roll Terbuka). Biasanya, pemain ingin bermain “Buzz Roll”, karena teknik ini tidak perlu banyak latihan dan teknik untuk bermain dengan lancar. Namun, sering ada manfaat untuk “Buzz Roll” tersebut dalam musik untuk Marching Band, dan kami gunakan teknik ini sering untuk efek khusus, tapi biasanya teknik ini digunakan dalam Concert Band atau Orchestra. Kalau Open Roll itu perlu banyak latihan untuk bermain dengan baik, apalagi perlu lebih banyak konsentrasi untuk bermain bersih dengan masing masing pemain.

Kalau latihan teknik dasarnya untuk Open Roll, yaitu Diddles, perlu bermain satu not, kemudian biarkan stick bounce satu kali lagi sebelum stick dihentikan. Berusaha untuk membuat not keduanya rata dan konsisten dengan not pertama, baik ketinggian maupun suara. Untuk ini, pemain perlu mendukung bounce dengan bantuan dari jari dan, jika lambat, pergelangan tangan. Dengan pemanasan “A – Diddles” kami harus tidak hanya perhatikan kerataan not dengan suara dan ketinggian, tapi juga Timingnya (ketepatan waktu). Jika Timing tidak tepat, suara tidak akan rata dan konsistent. Dengan pemanasan “Hug a Dugs”, kami manfaatkan tiga not berturut turut supaya kami bisa membangun ketrampilan untuk bermain “Tiga Stroke Roll”, dan, yang masuk akal, jika pemain pemain bisa bermai Tiga Stroke dengan baik dan rata, maka ketrampilan untuk bermain Double Stroke Diddles akan lebih tinggi lagi.

Untuk membangun ketrampilan bermain “Roll Kombinasi”, kami mengombinasikan diddles dengan macam not lain, misalnya diddles dengan not seperdelapan dalam pemanasan “Triplet Diddles”, dan diddles dengan not seperenambelas dalam pemanasan “Building Rolls”. Dengan pemanasan pemanasan tersebut, kami bisa memisahkan diddles satu per satu, tangan kanan atau tangan kiri, dan juga mengombinasikan / mencampurkan dua atau lebih banyak diddles untuk menjadi Rolls. Yang penting bagi konsentrasinya pemain pemain, selain teknik yang dasar, adalah perhatian kepada tempo (kecepatan musik) dan pembagian beat (atau nadinya ketukan). Sering kami gunakan satu bar yang sederhana untuk mempersiapkan bar berikutnya yang lebih rumit. Bar itu disebutkan “Check Pattern” (Pola Periksa), untuk mengecek kecepatan, nadi, gaya not, ketinggian stick dan dinamik. Kalau segala faktor ini tepat dan baik, pemain bisa lebih yakin untuk bermain bar berikutnya yang lebih rumit.

Dalam pemanasan Diddles dan Rolls, saya perlu mengingatkan kembali bahwa faktor Timing memang masih penting dan harus diutamakan. Timing dengan teknik ini merupakan jarak diantara not dan tanda istirahat maupun kecepatan stroke ganda (diddles) supaya semuanya rata dan konsistent, dan supaya suaranya Open Rolls bisa meniru “Senapan Mesin”.
By infomarchingband

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s