Teknik Brassline

Cara mengembangkan basic brass dalam sikap maupun dalam bermain (meniup) sebenarnya sederhana, dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah teknik-teknik yang berhubungan dengan hal ini harus selalu diingat dan dilakukan secara benar dan kontinu. Teknik dalam bermain alat tiup atau brass sudah barang tentu menyangkut pernafasan dan posisi bibir serta posisi badan kita.

  • Teknik Pernafasan yang tepat

Banyak teknik pernafasan yang kita ketahui, tapi hanya sedikit yang dapat mengantarkan kita dalam teknik yang benar dalam bermain alat tiup. Namun secara garis besar teknik pernafasan yang ditawarkan menekankan pada esensi-esensi yang tidak jauh berbeda antara satu dengan yang lainnya. Ada teknik pernafasan yoga, ada juga teknik yang menggunakan pendekatan yang cukup ekstrim penggunaannya, namun ada juga pendekatan yang dengan sederhana hanya menekankan pada mekanisme pernafasan alami pada umumnya. Menurut pepatah, segala sesuatu yang bermanfaat/baik belum tentu berasal dari sesuatu yang baik, oleh karena itu apapun pendekatan teknik pernafasan tersebut, sekali lagi jika itu baik mengapa tidak kita gunakan sebagai pendekatan yang akan kita kembangkan nantinya.

  • Pernafasan/breathing merupakan modal utama yang harus dimiliki oleh pemain brass/alat tiup. Tanpa pernafasan yang benar, seseorang tidak akan menjadi pemain brass yang baik. Teknik pernafasan pada peemainan brass tidak jauh beda dengan pernfasan yang kita lakukan sehari-hari, sama-sama dilakukan secara rileks dan natural. Ada dua proses utama dalam pernafasan untuk permainan brass, yaitu inhale (mengambil udara) dan exhale (mengeluarkan udara).
  • Teknik sikap yang harus dimiliki oleh seorang pemain brass seperti yang sudah diajarkan harus dibiasakan untuk dilatih supaya menjadi suatu pondasi yang kuat, jika ingin memperoleh hal itu diperlukan latihan yang rutin dan melakukannya dengan benar untuk membiasakannya dan yang paling penting adalah berfikir cerdas untuk memiliki trik-trik yang bisa dijadikan senjata andalan kita untuk bisa memiliki kekuatan pada sikap dari pemain brass ketika sedang memainkan alat, itu hanya kalian sebagai player yang bisa menyimpulkan.

 

Praktek inhale – exhale :

  • Berdiri dengan tegak dan badan rileks
  • Buka rahang bawah, ambil nafas dalam melalui mulut. Kerongkongan terbuka dan jangan tegang (seperti sedang menguap). Isi penuh seluruh tubuh dengan udara (dianjurkan udara yang hangat), pastikan badan tetap rileks dan bahu jangan terangkat naik.
  • Hembuskan udara dengan kecepatan tertentu dan konstan hingga habis. Jangan memaksa, biarkan udara mengalir dengan lancer dan ringan, pastikan tidak ada desis atau bunyi saat menghembuskan udara. Kerongkongan terbuka, otot leher jangan tegang, dan diusahakan pipi jangan mengembung.
  • Ulangi dari poin kedua. Lakukan berkali-kali hingga kedua proses tersebut menjadi proses yang alami dan kontinu. Ingat tetep rileks dan jangan tegang!

 

Ambasir (Embochure) adalah istilah yang digunakan untuk menyebut posisi bibir seorang pemain brass dan bisa juga alat tiup lainnya seperti brasswind atau woodwind pada saat bermain. Embochureberasal dari bahasa perancis yaitu bouche yang berarti bibir. Dalam permainan brass, ambasir bertujuan untuk menggetarkan bibir guna menghasilkan suara dari instrument. Ambasir tidak akan menghasilkan suara jika tidak ada getaran bibir pada mouthpiece yang di-support oleh aliran udara. Ambasir dalam permainan brass berhubungan dengan bentuk bibir untuk bermain dan penempatan mouthpiece pada bibir.

Ada dua penempatan mouthpiece pada bibir :

  • Untuk trumpet, mellophone, dan baritone/trombone/euphonium : 2/3 bagian mouthpiece berada dibibir bagian atas dan 1/3 bagian lagi berada pada bibir bagian bawah.
  • Untuk tuba/contrabrass : sebisa mungkin lebih banyak bagian mouthpiece pada bibir bagian atas.

Praktek dengan mouthpiece :

  • Kepala tegak, dagu rata, badan rileks.
  • Bentuk bibir seperti mengucapkan “EMM”.
  • Tempatkan mouthpiece pada bibir.
  • Buka rahang bawah (bibir bagian tengah tetap pada posisi ambasir), ambil nafas melalui kedua sudut bibir. Lakukan inhale dangan membuka rahang bawah, jangan terlalu menarik sudut bibir kesamping seperti tersenyum.
  • Hembuskan udara tepat ke center mouthpiece, jangan dibuyikan dahulu, lakukan hanya hembuskan saja, konstan dan rileks.
  • Kali ini coba bunyikan mouthpiece. Poin penting dalam proses ini ialah aliran udara konstan, kerongkongan terbuka, otot leher jangan tegang, dan LAGI-LAGI RILEKS.
  • Tidak masalah jika pada saat pertama meniup mouthpiece tidak bunyi atau bunyi yang keluar tidak bagus, ulangi terus hingga mendapat tone yang baik.

NB : dalam melakukan hal diatas tetap rileks dan focus penuh. Belajar untuk mengontrol aliran udara pada mouthpiece. Lakukan longtones berulang kali dan dapatkan tone yang bagus. Ingat! Jangan terburu-buru dan SABAR

By infomarchingband

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s